Sebuah Peribahasa

2047 Words

Tembakan tanpa suara. Namun Serena dengan jelas dapat melihat darah yang muncrat di depan matanya begitu saja. Jelas saja ia histeris. Suaranya yang histeris itu tak disadari Young Jae yang sudah memutar balik mobilnya sejak tadi. Namun kan mobil itu hendak berbelok ke kanan. Karena belum terlalu jauh, Cakra yang roboh dan Serena yang panik itu tertangkap di kaca spion Young Jae. Ia langsung menurunkan jendela dan melihat ke belakang. Ya dari situ ia melihat banyak orang mengerumuni. Bersamaan sengan itu juga ada mobil yang baru saja berbelok di sebelah kirinya dan tentu juga berbelok ke kiri. Tentu saja kabur. Walau Young Jae sempat melihat plat nomor dan jenis mobilnya. Ia buru-buru memundurkan mobilnya. Terlalu lama kalau menunggu ambulans. Cakra bisa saja tak terselamatkan. Jadi lah m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD