Cla tersenyum memandangi kedua orang tuanya yang kini kondisinya sudah tampak lebih baik dari sebelumnya. Sudah hampir dua bulan Cla berada di Indonesia, dan selama itu pula Stev belum pernah datang menemuinya. Namun, komunikasi yang terjalin di antara mereka berdua tetap berjalan lancar. Tak hanya saling membalas pesan email pribadi, Cla dan Stev kerap kali sering melakukan video call untuk saling bertatap muka karena rasa rindu yang begitu besar. Atau kalau rindu suara masing-masing, maka mereka akan melakukan panggilan via suara. Meskipun hal-hal seperti itu belum sepenuhnya memuaskan, setidaknya sedikit mengobati rasa rindu mereka. Cla merasa sangat berterima kasih pada Stev, pria itu bahkan dengan sukarela membayarkan segala biaya pengobatan kedua orang tuanya selama sakit. Cla men

