Kane menyandarkan kepalanya di bahu Evelyn - dengan miliknya yang masih berada di dalam tubuhnya. Evelyn merasakan hembusan napas tak beraturan Kane di kulit bahunya. Seirama dengan tarikan napas Evelyn yang juga terengah-engah. Laki-laki itu menegakkan kepalanya lalu melihat Evelyn dengan senyum kecil. Dengan gerakan cepat Kane mengeluarkan miliknya dan seketika Evelyn merasakan kehilangan. Dengan cepat, Kane mengangkat tubuhnya - tak menyangka Kane masih memiliki tenaga untuk menggendongnya ke kamar mandi. "Ini saatnya kau mandi," kata Kane. Laki-laki itu meletakkan tubuh Evelyn di bathtub dan mengisinya dengan air hangat. Evelyn tak berani menatap tubuh Kane, masih tak terbiasa melihat laki-laki itu telanjang - apalagi setelah percintaan hebat mereka. Setelah air bathtup terisi penu

