Setelah acara makan semalam Bulan tidak keluar kamar sampai pagi menjelang. Dia juga tidak menelepon atau mengirim pesan singkat kepada Lios. Sepanjang malam Bulan mengubur diri dalam bantal dan selimut, menulikan diri dari setiap panggilan dan ketukan di pintu. Paginya Bulan mandi, berpakaian, dan berangkat ke kantor tanpa bertatap muka dengan orangtua. Dia memang sengaja berangkat lebih pagi sebelum Bram dan Vero keluar dari kamar. Tiba di kantor Bulan langsung menuju ke warung nasi di dekat sana. Seburuk apa pun suasana hati Bulan, dia butuh asupan energi untuk menjalani hari. Lauk yang dipesan lezat, tapi Bulan tidak berselera makan. "Hei, tumben datang pagi lagi?" Yunita menyapa Bulan. Tangannya membawa piring berisi makanan. "Bangun kepagian." Bulan memaksa tersenyum. "Hahaha bo

