Hari yang dinanti pun tiba, kini Ayra tengah bersiap-siap di dalam kamar Evan semasa muda dulu. Ya, ia sedikit membenarkan riasan di wajahnya karena sebentar lagi pengajian empat bulanan nya akan dimulai. "Mama lihat Mas Evan?” tanya Ayra pada sang mertua. Mama Emma yang tengah menunggu menantunya itu pun menoleh. "Tadi dia lagi ngobrol sama Bayu dan adiknya di depan. Apa kamu perlu sesuatu?" tanya Mama Emma penuh perhatian. DEG! Bayu dan adiknya? Berarti saat ini Evan juga tengah berbincang dengan Baby. Hati Ayra mendadak kesal kala mendengar nama wanita itu disebut. Apalagi saat ini Evan lebih memilih menemani Bayu dan Baby daripada menemani Ayra yang tengah bersiap di dalam kamar. “Astagfirullah. Ya Allah berikanlah aku kesabaran yang lebih,” gumam Ayra meringis pilu dalam hati

