Ayra menolak dengan tegas ajakan Evan. Ia juga tidak mengizinkan suaminya itu pergi menemui Baby, yang katanya sudah ia anggap seperti adiknya sendiri. “Ya udah, Yang. Mas nggak akan datang,” ucap Evan sedikit berdusta. Tentu saja ia bohong, karena nanti sore renacananya Evan akan datang nanti sepulang dari rumah sakit langsung. Dan tentu saja Evan tidak akan mengajak Ayra. Evan pikir, butuh lama untuk meyakinkan Ayra bahwa tidak ada hubungan apapun antara dirinya dengan Baby. Murni dan tulus Evan hanya menganggap nya sebagai seorang adij saja. Mungkin nanti Evan akan menjelaskan pada Ayra secara perlahan agar istrinya itu mengerti. Ayra tersenyum, ia senang karena Evan mau menuruti perkataannya. “Mas nanti pulang jam berapa?” tanya Ayra di sela-sela kegiatannya melayani sang suami ya

