Setelah pertengkaran mereka tadi pagi di rumah Mama Emma, akhirnya Evan memutuskan mengajak Ayra pulang kerumah sebelum ia berangkat bekerja. “Jangan keluar dari rumah,” titah Evan tegas. “Renungi kesalahanmu semalam,” kata Evan dengan galaknya. “Iya, Mas.” Ayra hanya bergumam lirih sebagai jawaban. Ia masih menundukkan kepalanya karena takut melihat kemarahan sang suami. Selepas kepergian sang suami, Ayra langsung menghapus air mata yang sedari tadi tengah mengalir begitu deras. Ia pun perlahan berjalan menuju dapur membuat makanan untuk sarapannya pagi nya. Ayra tak mungkin egois membiarkan makhluk kecil di dalam sana kelaparan. Setelah selesai sarapan dan mencuci perkakas dapur, kini Ayra memilih untuk duduk bersantai di ruang tamu sambil menyalakan benda berbentuk persegi itu yang

