perkenalan

964 Words
saat kejadian waktu itu, aina sebenarnya sangat syok, tp nyonya haryadi bersikap biasa saha seolah tak pernah terjadi apa2, tapi aina menjadi amat malu pada tuannya, ia merasa tak enak hati karna secara tidak sengaja mendengar pertengkaran pasutri itu, hari2 berjalan seperti biasa, aina dg segala kesibukannya mengurus vana & majikannya dg urusan kantor masing2, aina heran kenapa dg suami yg setampan & segagah tuan haryadi, di tambah hartanya yg begitu berlimpah, kenapa nyonya haryadi lbh memilih tetap bekerja, bahkan di hari liburpun iya sibuk dg teman2nya, membuat pertengkaran yg sma bahkan hampir setiap hari, aina yg merasa itu bukan urusannya mencoba acuh, meski kadang iya sangat terganggu, iya mencoba hanga fokus pada vana, karna sudah menjadi tugasnya, sore itu weekand yg cerah, tidak ada satupun majikan aina itu ada di rumaah, setelah aktivitasnya memandikan vana, iya sudah mendandani VANA dg kuciran yg sedemikian rupa, menjadikan bocah kecil itu sangat lucu, iya menghampiri mba bunga yg sedang sibuk menyiram tanaman di teras depan kamar bermain VANA, mba,,. ucap aina mengagetkan temannya yg tengah sibuk itu, ehhhh sus, ngagetin aja sih, jawab bubunga terkekeh dg aksi jail teman yg lbh cocok jadi anaknya itu, aina hanya tertawa jahil melihat mba bunga terlonjak kaget, ya maaf ibu bungaaaaa, ledek aina pada temannya itu, iya emang gue lbh pantes jadi ibukmu, kata mba bunga dg nada yg membuat aina tertawa geli, eeehhh vana cantik bgt mo kemana, kuncirannya rapi bgt, lucu deh, kata mba bunga gemas pada vana, mau jln2 dong, kata aina menjawab pertanyaan temannya itu, udah ya, ibu bunga aku mau jlan2 dulu, kata aina dg nada jahilnya, owalah, ya udah sana, tadinya mba mau ikut tp msh sebuk, nanti nyusul deh, jawab mba bunga yg msh sibuk menyirami tanaman, aina beranjak meninggalkan temannya itu, iya menggandeng anak asuhnya itu turun ke bawah, baru selesai aina memakaikan sendal pada vana, terdengar bel berbunyi, dengan menggandeng vana keluar, dia membukaka pintu garasi, terihat wanita paruh baya yg sedikit agak lbh tua dari mba bunga, tp dengan autfit yg stilish, menjadikannya kelihatan lbh muda. dengan siapa ya? aina bertanya sopan pada wanita itu, kamu suster baru lagi ya? tanya wanita itu sedikit menyelidik, blm sempat aina menjawab, wanita itu mengulurkan tangannnya. perkenalkan sya madamnya farla, sartika haryadi mendengar nama belakang perempuan itu, aina langsung paham kalo wanita itu adl ibu dari tuannya, aina mencium tangan wanita itu dg sopan, iya membungkukan badannya, saya aian nazia bu, susternya vana yg bru, sartika kagum dg kesopanan aina, dia mengamati wajah ayu gadis itu, dg balutan busana yg tertutup aina terlihat cukup cantik, silahkan masuk bu,. aina hampir lupa mempersilahkan nyonya besarnya itu masuk. kamj juga masuk lagi yuk, ngga usah jalan2 saya kangen sama vana,.ajak wanita itu lembut sembari menggendong cucunya, kamu orang mana sus? tanya wanita itu pada aina yg berjalan masuk mengekorinya setelah menutup kembali pintu pagar. saya asli jawa bu. jawab aina singkat panggil madam saja jangan ibu sus, jadi nanti tidak kesliru dg bubosmu, kata wanita itu dengan nada di tekankan tidak suka pada kata bubomu, iya madam, mba bunga kemudian turun untuk memastikan siapa yg datang, siapa yg datang sus? tanya mba bunga sedikit ber-teriak pada sahabatnya itu, saya mba, suara wanita itu menjawab pertanyaan mba bunga lembut, eeeh madam, jawab mba bunga senang & sedikit malu. ibu kemana mba? tanya nyonya sartika, meski ia tau jawaban mba bunga akan sma,.karna iya paham betul dg kelakuak menantu putra semata wayangnya itu. biasa madam, jawaban mba bunga kembali membuat wanita itu menggeleng kesal, mau minum apa madam,? tanya mba bunga pada nyonya besarnya itu, seperti biasa mba, teh anget saja dg manis jamu,. khas logat jawa terlontar dari mulut wanita itu membuat aina heran, katanya dia ibunya bapak, perasaan tampang bapak lbh bisa di bilang mirip bule, ko ibunya ngmng pake logat jawa? berjuta pertanyaab kembali muncul di benak aina, sus. suara nyonya sartika menyadarkan aina, iiii, iya bu, jawab aina sedikit kaget, sini duduk bareng saya, jawab nyonya sartika itu ramah, membuat aina terlihat kaget lagi, saya tidak biasa membeda2kan siapapu ,. jelas wanita itu pada aina yg msh terlhat bingung, sini duduk. aina berjalan sungkan mendekati wanita yg tengah asik mencumbu cucuny itu. saya di sini saja bu, jawab ina menunjuk tikar yg terbentang di sisi sofa & meja yg tengah di duduki nyonya sartika, ya sudah biar saya yg ke situ, perkataan nyonya itu semakin menbuat aina tak percaya, wanita yg terlihat penuh wibawa itu, membuat setiap orang yg baru mngenalnya itu akan segan & sedikit takut, ternyata wanita yg cukup baik & ramahh, membuat aina tak henti2nyq merasa kagum, ternyata mash ada ya orang kaya madam sartika,yg dg segudang kelebihan msh memperlakukan orang kecil kelas aina ,& mba bunga seperti keluarganya, tk tersa waktu begitu cepat berlalu, saat aina sudah larut dlm obrolan bersama teman & nyonya besarnya itu, nyonya sartika terlihat melirik jam di tangannya, ia menggeleng tak percaya karna ini hari libur, tapi menatunya mlah tidak tau kemana & sudah hampir maghrib begini blm juga pulang, ya sudah, madam pamit ya cantik, ucap wanita itu pada ccunya, sus, saya ttip vana ya, betah2 juga di sini, mba bunga kan orangnya baik buat temenan, nanti saya akn lbh sering datang kesini, ucap wanita itu terlihat ekspresi bahagia sekaligus harapan besar yg ia harap dari ain, karna baru kali ini dia merasa sangat suka & cocok dg suster yg mengasuh vana, insyaalloh madam, kalo majikannya sebaik mada., pasti siapapun akan betah bekerja lama2, senyum aina mengembang, memperlihatkan lesung pipu milkknya, yg membuat gadis itu semakin terkihat cantik ketika ia tersenyum, madam ngga mau nunggu bapak pulang? tanya mba bunga menyela, engga mba, kasian nyai di rumah kalo di tinggal kelamaan, saya sudah tanya artiko tadi, katanya dia bakal pulang terlambat karna msh ada meeting, jawab nyonya sartika panjang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD