Cherry berfikir, perkataan pagi hanya berlalu saja. Namun, Cherry salah besar. Angga benar-benar serius dalam hal itu. Kini ia mulai berjalan menuju ruangan yang biasa digunakan untuk rapat PMR. Sungguh Cherry merasa terbebani dengan hadir Angga. Cukup buat logihkan sendiri naik pitam. Cherry menoleh ke arah Angga dan memberhentikkan langkah, ekor melihat dengan sorot yang mematikan. "Pulang aja sana, lama gue kalau kumpul gini," peringat Cherry dan berharap Angga setuju dengan hal itu. Cherry takut jika ada Angga akan membuat onar, mau taruh di mana takut ini. "Lo mau selingkuh di belakang gue kan, lo mau pacaran sama cowok itu? Nggak akan gue biarin!" raung Angga, dia masih tetap berjalan santai ke arah depan. Cherry sempat menyerngitkan dahi oleh perkataan Angga barusan, kenapa cowok

