Masih setengah terlelap, sayup-sayup Shera seperti mendengar suara debur ombak. Entah memang nyata atau hanya mimpi semunya saja. Akhir-akhir ini memang dirinya sering sekali berhalusinasi yang tidak-tidak. Semua akibat banyaknya tekanan dan kejadian buruk yang ia alami. Mulai dari perjanjian konyolnya dengan seorang dokter patung, kejadian dirinya mencabuli dokter itu sampai kemudian terpaksa harus menikah dengannya kemudian kepergian ayah yang sangat ia cintai. Belum lagi insiden ayah mertua yang berusaha menyelamatkan dirinya sampai kemudian haus melindungi dirinya dari singa-singa kelaparan hingga membuat wajah dan beberapa bagian tubuh ayah mertuanya tak lagi sama. Shera mengembuskan napas berat. Meski sudah beberapa kali ayah dan juga bunda mertuanya menghibur dirinya dan mengatakan

