Bab 16c

1055 Words

Aku meletakkan amplop pertama yang selesai k****a ke atas meja. Tentu saja, langsung disambar oleh mamaku. Mungkin beliau penasaran karena melihat perubahan mukaku. Kini, giliran amplop kedua yang ada ditangan. Aku sudah dapat menebak. Isinya tak jauh beda dengan amplop pertama. Hanya saja, ini dari leasing mobil. Apes! Ternyata, hari penagihan itu datang juga. Dulu, aku pikir, tidak dapat membayar cicilan hanya monopoli orang yang pongah sok kaya, tapi mengambil kreditan. Tapi, ini justru benar-benar terjadi padaku. Aku meletakkan kembali surat kedua di meja. Tanganku memijat keningku. Pusing bukan main kepalaku. “Kenapa?” Mama membuka semua suratku dan menjejerkan keduanya di meja tempat kami bertiga duduk. Dina pun turut mengintip isi surat itu. “Kamu nggak punya tabungan un

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD