Bab 22b

1136 Words

Ingin rasanya Reno mengumpat kesal dengan sikap Haris pada istrinya. Terlebih Haris malah menawarinya pekerjaan, seolah sedang meremehkannya. Gara-gara Haris, rencananya ke kantor batal sudah. Moodnya sudah berantakan. Untungnya meeting dengan klien yang harusnya hari itu, ternyata ditunda. Jadilah Reno memilih di rumah saja. "Van, tolong pekerjaan hari ini kamu handle. Istriku sakit. Aku tidak masuk," ujar Reno dari sambungan telepon. "Eciee...." suara Vania terdengar meledek. "Ingat, kalau Firman atau Irfan nanya, istriku sedang sakit." "Sakit apa sakit?" Reno tak menanggapi ledekan stafnya sekaligus mantan gebetannya itu. Dia segera mematikan sambungan telepon. Hatinya masih panas akibat ulah Haris yang berlebihan perhatian pada istrinya. Reno duduk menyandar di sofa ruang teng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD