Perban dan jahitannya Hamas akan dilepas besok pagi. Luka dipunggung Anne sudah kering. Anne sibuk membereskan baju untuk pulang besok. Hamas dari tadi cuma menatap Anne yang sok sibuk. Ia tak tahu kalau gadis itu kembali merasa canggung setelah obrolan panjang dan keharuan. "Tidur aja, Ann. Aku bisa bereskan." Anne tak mengindahkan perintahnya. Ia masih sibuk melipat baju. "Kakak aja yang tidur," tuturnya sembari sok fokus padahal.......ia sengaja menunggu Hamas tertidur duluan. Hahaha. Kenapa? Anne masih malu dengan situasi ini. Tiba-tiba berstatus istri sejak semalam. Kini malam kedua telah datang dan terasa canggung sekali. Padahal tadi suasana sudah mencair. Hamas berdeham. "Sampai kapan Ann koas?" Anne menarik kancing tasnya. "Masih beberapa bulan lagi. Yang ini kan akan diperpan

