Jalan Selamat

2025 Words

"Menikah karena Kakak sudah melihat tubuh Ann?" Anne bertanya sanksi satu jam yang lalu. Bahkan wajahnya juga sempurna menatap Hamas yang berjongkok di belakangnya. Hamas menggeleng lemah. "Kalau karena itu, untuk apa aku melamarmu kemarin?" Anne mendengus. Gadis itu kembalikan kepalanya dengan cepat. Ia kembali menatap awan di atasnya. "Aku tidak punya pilihan saat itu. Baju Ann benar-benar robek. Lalu aku akan membiarkan Ann terbuka seperti itu?" ujarnya. Ia hanya ingin bilang kalau ia terpaksa melakukan itu. Mana mungkin ia sengaja merobeknya? "Kakak menyentuhku?" Akhirnya pertanyaan itu terlontar juga. Hamas menarik nafas dalam lantas memejamkan mata. Sakit mendengar pertanyaan itu. Tapi wajar bukan? "Bukan kah kamu tahu aku bukan lelaki seperti itu? Kalau mau, aku sudah melak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD