Sesampainya dirumah, Anggi bergegas ganti baju dan merebahkan tubuhnya dikasur kecil yang hanya muat satu orang saja.
" Ah, akhirnya sampai rumah juga" ucapnya
sambil memejamkan mata tiba-tiba dia keinget cowok yang menabrak nya tadi..
" hemm, ganteng juga ya cowok yang tadi tipe aku banget ". namun ia juga ingat ucapan Ara tadi kalau Ganindra sudah punya pacar dan ditambah lagi pacarnya ketua cheerleaders serem.. hihhh
lama-lama mata terpenjam dan ketiduran
" Nak? bangun sudah mau maghrib.. kamu tidurnya kelamaan loh!" ibu membangunkan Anggi
Anggi pun kaget
" Astaga, maaf aku ketiduran bu! " jawab Anggi
" kok kayaknya kamu kecapekan banget Nduk, tidurnya sampai pules banget" - Sahut Ibu
" hehe, kayaknya iya buk" jawab Anggi dengan cengengesan
" Yaudah, mandi sana keburu Maghrib" - Ibu
" Iya ibu ku tersayang" - sambil ketawa dan wajah meledek ibunya
setelah mandi Anggi segera melakukan ibadah sholat Maghrib dan makan malam bersama Ibu dan Bapaknya
saat dimeja makan Bapak tiba-tiba berkata .
" Nduk, kalau nanti kamu lulus sekolah langsung kerja saja ya!" - Ucapan Bapak mengawali pembicaraan saat sedang makan.
Tiba-tiba Anggi tersedak
" uhukk uhukk "
" diminumin air putih Nduk!" - Sahut Ibu sambil memberikan segelas air putih
" bukannya Bapak gak sayang kamu Nduk!,tapi ekonomi kita sedang kesulitan. Bapak harap kamu paham ya Nduk?" - Jawab Bapak sambil tersenyum namun matanya berkaca-kaca.
" Ii iiya pak, gakpapa.. Anggi juga tau keadaan kok pak." - jawab Anggi menunduk sedih
" Maafkan Bapak sama Ibu ya Nduk!" -Ibu
Anggi hanya mengangguk lesu.
" Yasudah, Ayo dimakan Nak!" - Sahut Bapak
diam dan sambil makan malam yang tidak berselera terlihat diraut wajah Anggi, Namun Anggi tidak bisa egosi..
Ia harus paham bagaimana Kondisi ekonomi orangtuanya saat ini!
setelah makan, Anggi bergegas masuk ke kamar lagi.
" Huhh, Ya Allah!" - benar yang selama ini Anggi pikirkan mengenai setelah lulus ia dapat lanjut kuliah atau tidak.
Tiba-tiba air matanya menetes disudut mata sambil meringkuk dikasurnya.
karena menangis tanpa suaranya lama-lama ia tertidur pulas.