Lamaran

1327 Words

Altran masih dalam diam melihat ke luar jendela dengan cuaca hari ini yang cerah. Dia menoleh kearah Rayn yang sudah mengenakan pakaiannya berjalan dengan tatapan yang tidak bisa diartikan duduk saling berhadapan dengan Altran. "Apakah ada sesuatu yang ingin kau katakan?" tanya Rayn. "Sepertinya tidak ada yang perlu aku jelaskan, karena semua ini adalah keinginan dia sendiri. Kau bisa bertanya langsung kepadanya untuk memperjelas," balas Altran. Rayn terdiam menatap tajam Altran yang masih dengan wajah tanpa bersalah di hadapannya. "Tambah hari kita disini, kita akan bawa dia kembali!" seru Rayn bangun dari duduknya keluar dari kamar meninggalkan Altran yang mengangguk. Di pelukan suaminya, Raisa tertidur saat mereka melakukan perjalanan kali ini. Dengan kendaraan berkecepatan seda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD