Setelah semalam kembali lebih awal, Dika duduk di tepi ranjang. Melihat istrinya yang masih tertidur pulas. Dia sudah mendapatkan pesan dari sekretarisnya tentang ada pemberitahuan bahwa satu perusahaan berniat kembali bekerjasama dengannya. Dika tersenyum tipis menoleh ke arah istrinya. "Akhirnya ada harapan, Sayang. Meski tidak sebesar dulu, tapi aku pasti bisa menyelesaikannya," ucap Dika penuh harap bisa tetap kembali dan tidak mengecewakan istrinya karena pekerjaan. Dika bergegas membalas kembali penawaran dan ajakan dari permintaan itu, syarat dan ketentuannya. Dika juga menyetujui meminta bertemu sangat pagi mereka. "Kamu bangun pagi sekali, Sayang?" Raisa membuka kedua matanya saat melihat Dika sudah menyimpan kembali ponselnya di atas meja disamping tempat tidur. "Hari ini

