Memeluk dengan sangat erat, tidak cukup untuk membayar rasa rindu keduanya saat ini. Rayn mengerutkan dahinya melepas pelukan dan menatap Raisa. "Kenapa kau menangis?" tatap Rayn. "Aku merasa mimpi melihatmu, tapi aku juga senang," ucap Raisa memeluk kakaknya lagi. "Dasar bodoh, jika senang kenapa kau menangis?" gerutu Rayn tersenyum mendapatinya. "Karena aku merindukanmu," balas Raisa, di balas senyuman Rayn kali ini. "Sepertinya aku harus memesan sebuah tempat khusus kakak beradik ini," gerutu Altran berjalan menghampiri mereka. Rayn dan Raisa melihat ke arah Altran. "Hai Al?" sapa Raisa. "Halo Ra, sorry. Bukan aku yang memberitahu dia, melainkan kau sendiri," balas Altran. "Iya, aku tahu. Tidak mungkin aku berlama-lama untuk terus bersembunyi," ucap Raisa. "Dasar bodoh,

