Helen melambaikan tangannya pada laki-laki berambut merah yang turun dari motornya dengan senyum lebar. Membawakan helm lainnya untuk sang gadis yang bersorak menyemangati langkahnya yang semakin dekat. "Kau tidak terlambat kali ini," Helen berbisik saat pemuda itu memberikan helm untuknya. Memasangnya dengan sekali ikatan, Helen berjalan menuju motor hitam milik kekasihnya disusul dengan suara tawa dari si empunya. Levante Zou berdiri di sana, bersembunyi diantara pohon besar yang ada di belakang pos satpam depan sekolahnya. Matanya menatap jauh saat sosok itu perlahan-lahan pergi menjauh dari area gerbang dan menghilang. Napasnya terdengar berat. Dengan langkah kaki sedikit berat, dia berjalan menuju gerbang. Mengabaikan sapaan hangat pria paruh baya yang mengabdikan hampir separuh hi

