“Aduh…!” seru Alena lirih sambil memegangi perutnya. Tadinya, dia berniat ke kamar mandi untuk mencuci wajah. Tubuhnya sudah terasa berat membuat dia kesulitan untuk berjalan cepat. Naas, ada genangan air di depan pintu kamar mandi membuat Alena kehilangan keseimbangan saat menginjaknya hingga menyebabkan dia jatuh. Rasa nyeri di perutnya datang tiba-tiba, seperti disayat-sayat oleh pisau. Alena mencoba meraih dinding, tapi tubuhnya tidak seimbang. Detik berikutnya— BRUK! “Aahh!” Jeritan Alena menggema di lantai dua. Sumi, ART di rumah itu, yang saat itu sedang melipat baju di ruang tengah langsung mendongak panik mendengar teriakan majikannya. “Nyonya? Nyonya Alena?!” Sumi berlari menaiki tangga. Begitu mencapai lantai atas, Sumi menemukan Alena sudah terduduk di lantai, tubuhnya

