Lebih Indah

916 Words

    Alana merutuki kebodohannya ketika pikirannya kembali memutar kejadian beberapa jam yang lalu, dimana Lucas yang hampir saja menciumnya jika saja Cila tidak tiba-tiba datang. Alana kembali merasakan pipinya seperti terbakar. Ia buru-buru menutup wajah dengan kedua telapak tangannya sambil guling-guling tidak jelas di atas kasur.     Ting!     Alana meraih ponsel yang berada tak jauh darinya.     Lucas: Yang.     Alana tidak bisa menyembunyikan senyum manisnya saat membaca pesan yang dikirimkan oleh Lucas.     Alana: Kenapa, Cas?     Lucas: Sayang dong, jangan Cas.     Jari Alana gemetaran ketika akan mengetik kata sakral tersebut.     Alana: Iya. Kenapa, Yang?     Lucas: Lo lagi dimana?     Alana: Di rumah. Kenapa?     Mau ngajak jalan?     Lucas: Ko pede banget?     Ala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD