Alana turun dari lantai atas ketika mendengar suara bising di bawah. Kedua mata Alana membulat sempurna saat melihat Erik dan Lucas sedang bermain PS di ruang televisi. Erik yang menyadari kehadiran Alana menatapnya aneh. “Lo ngapain berdiri kayak orang bloon?” cetus Erik membuat Lucas menoleh menatapnya. “Hai,” sapa Lucas lembut. Alana menelan salivanya susah payah karena merasa gugup. “Ngapain lo di sini?” tanya Alana pada Lucas. “Gu ….” “Main PS-lah, jangan geer! Dia bukan mau ngapelin lo!” sela Erik. “Rese lo!” sentak Alana kemudian melangkah keluar saat mendengar suara sate di depan rumahnya. "Bang, mau sate satu por ….” "Dua porsi, Bang," potong Lucas yang baru berdiri di samping Alana. Penjual itu mengangguk kemudian membuat pesanan unt

