Tepat jam setengah tujuh malam, Alana keluar dari kamar. Ketika ia membuka pintu, di bawah sana terlihat orang rumah yang sibuk menyiapkan untuk acara selamatan. "Bun, aku bantuin apa?" tanya Alana pada Lina yang tengah lewat di depannya. Lina menoleh. "Ya Allah, anak gadis jam segini baru bangun." "Kan tadi Lana ngantuk, Bun," kilah Alana. Lina berdecak. "Ya udah, bantuin Abang kamu aja sana, Bunda lagi gak bisa di ganggu," ujarnya lalu berlalu dari hadapan Alana. Alana mengangkat kedua bahunya lalu menghampiri Erik. "Bang, perlu bantuan gak?" Erik mendongak. "Perlulah," jawabnya ngegas. "Yailah nggak usah ngegas juga kali," sewot Alana. "Lagian yang lain sibuk, lo malah enak-enakan tidur." Alana berdecak kesal. "Ck. Ya udah, lo perlu b

