Alana menunggu jemputan yang belum tiba, padahal tadi sang ayah sudah berkata on the way. Alana yakin, pasti itu hanyalah kalimat penenang saja. Ponsel Alana bergetar lalu ia menekan tombol berwarna hijau. “Al, lo masih di sekolah atau udah pulang?” tanya Julian, sahabat Alana yang sering dipanggil June. "Masih di sekolah. Mau jemput lo?” "Idih, ogah banget gue," ujar June. "Lah, terus kenapa, Bambang?" Di seberang sana June menyengir. “Tolong ambilin tupperware gue di kolong meja, dong. Gue tadi lupa bawa, ntar kalau hilang Emak gue auto nyoret nama gue di kartu keluarga. Ambilin ya, Cantik.” "Alah, jijik gue." “Ih, Alana mah gitu. Ayolah ambilin, lo nggak kasihan apa sama gue?” ucapnya memelas. ` Alana menghela napas lelah. “Ya udah, iya.”

