Pagi ini Alana bangun seperti biasanya dan melakukan rutinitas seperti biasanya juga, dimulai dari mandi, menggunakan seragam, memoles wajahnya dengan make up secukupnya dan mengikat rambutnya dengan model kucir kuda. Semuanya berjalan biasa saja, kecuali hatinya. "Dek! Cepetan udah siang nih!" panggil Erik dari arah bawah. Alana meraih ransel yang ada di atas ranjang. Lalu melangkah keluar kamar. "Bun Lana berangkat," pamit Alana sembari mencium punggung tangan Lina. "Sarapan dulu sana." "Nggak deh, ntar aja." Alana lalu melangkah keluar rumah, ia melihat Erik yang sudah nangkring diatas motornya. Alana lalu duduk di kursi depan rumahnya untuk mengenakan sepatu. "Lama banget," gerutu Erik. Alana diam, ia fokus mengenakan sepatunya. Tiba-tiba terdenga

