bab 3

357 Words
"mas Ari butuh berapa?" tanya Jumi, "aku butuh satu juta, dan besok saya akan ke kantor nona" kata Ari, "oh hanya satu juta, baiklah itu bisa di atur,saya harap mas bisa bekerja sama ya" kata Jumi dengan suara pelan, setelah memberi uang pada Ari dia juga tidak lupa memberi kartu nama dan alamatnya. Jumi kemudian bergegas kekantor, hanya saja saat ini suasana hatinya menjadi lebih berbeda dari biasanya. Ari masih memandang kartu nama itu, sambil bergumam, " ternyata wanita ini adalah anak orang kaya, semoga saja sifatnya tadi tidak berubah hanya karena sesuatu" kata Ari sambil berlalu dari tempat itu. "pagi pah, maaf ya, tadi itu mobil aku tiba-tiba mogok, untung saja ada seseorang yang membantu hingga aku bisa cepat sampai" kata Jumi menjelaskan pada ayahnya, "hmmm, sayang kamu baru datang langsung berbicara tanpa henti, apa ini tidak terlalu berbeda dari biasanya, padahal kamu sendiri loh kemarin yang bilang kalau kekantor adalah hal yang sangat membosankan" kata ayahnya, "kali ini berbeda pa, dan ... kebetulan yang membantu aku tadi adalah seorang pria yang belum bekerja, aku harap papa mau menerima dia untuk menjadi sopir aku ya" kata Jumi sambil duduk di pangkuan ayahnya, padahal sofa di sana sangat panjang tetapi Jumi memang sudah menjadi anak manja semenjak ia lahir, dia hanya mempunyai seorang kakak, tetapi saat ini dia sedang kuliah ke luar negeri, ibunya sudah lama meninggal dan ayahnya tak mau menikah lagi. " tergantung dari apa yang akan papa lihat, papa tidak mau kamu menjadi wanita yang akan di manfaatkan oleh lelaki, Jumi,, bisa tidak kamu bersikap dewasa, saat ini usia kamu sudah 24 tahun tapi... kamu bahkan masih terlihat seperti 15 tahun sayang, papa takut orang hanya akan memanfaatkan kamu demi apa yang kamu punya saat ini" kata ayah Jumi berbicara dengan sedikit tegas tetapi sangat lembut pada anak perempuannya itu. setelah menemukan kontrakan, Ari langsung menelepon ibunya, dia ingin mengabari pada ibunya bahwa dia akan bekerja besok, padahal dua hari lalu dia telah berbohong pada ibunya tentang keadaannya. sebenarnya dia tidak tega pada ibunya karena telah berbohong, namun dia lebih tidak ingin membuat ibunya khawatir karena tahu bahwa dia di kota sangat tidak baik.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD