Casandra tak main-main. Segala umpatan dan makian lolos di bibirnya di kala Michael membawanya meninggalkan lobby kantor. Tentunya mereka menjadi pusat perhatian para karyawan. Ditambah Casandra mengumpati Michael dengan segala macam umpatan kasar. Saat ini, Michael membawa Casandra ke sebuah apartemen yang berukuran tak terlalu besar, namun memiliki desain elegan dan mewah. Apartemen ini berlokasi dekat dengan kantornya. Michael sudah menurunkan tubuh Casandra, tak lagi menggendong seperti memikul karung beras. “Berengsek! Kenapa kau membawaku ke sini!” Casandra memukuli d**a bidang Michael. Air matanya sudah tumpah, membuat matanya sembab. Michael membiarkan Casandra memukulnya, membiarkan wanita itu melampiaskan kemarahan padanya. “b******n kau, Michael! Aku ingin pulang!” Ca

