Bab 32 - Pertemuan Terakhir Empat bulan kemudian, . . . Gue berjalan ke arah Flo dan langsung memeluk tubuhnya saat itu juga. “Happy birthday, Flo! Semoga apa pun yang lo inginkan, jadi bisa cepat-cepat terkabulkan.” Flo tampak tersenyum lebih lebar setelah cipika-cipiki sama gue barusan. “Amin. Thanks ya, Re, doanya.” Gue cuma menganggukkan kepala. Setelah itu, Flo pun mulai beralih ke arah Nolan yang sudah akan berancang-ancang untuk memeluk tubuhnya juga. Namun, sebelum laki-laki itu sempat melakukannya, siku tangannya sudah lebih dulu gue tarik ke arah belakang. Tak lupa, gue juga melayangkan tatapan penuh peringatan ke arahnya, yang membuatnya jadi tersenyum geli dan mulai mengerling dengan raut wajah jail. Sebagai gantinya, dia cuma mengulurkan tangan kanannya ke arah Flor

