Bab 24 - Bicara (2) “Thanks ya, sapu tangannya.” Nolan tersenyum dengan cukup lebar. Dia ... terlihat berbeda. “Aku suka.” Gue langsung mengangguk pelan sembari melirik ke arah sekitar. “Pak Jamal udah sempet bilang.” Nolan juga ikut menganggukkan kepalanya. “Terus ... kenapa ada kata sorry -nya?” Ck! Dia pasti sengaja. “Gue cuma mau minta maaf,” balas gue yang berterus terang. Kali ini dia tampak menggelengkan kepalanya. “Seharusnya kamu enggak perlu minta maaf, kan aku yang salah. Karena udah bohong sama kamu waktu itu.” Gue langsung memalingkan wajah. Kemudian, mulai mengembuskan napas pelan. “Gue juga salah, karena enggak dengerin penjelasan lo dulu. Kalau aja pas di toko waktu itu gue dengerin penjelasan dari lo, pasti lo enggak bakalan berusaha nemuin gue lagi, dan enggak ak

