Bab 20 - Dru (2) “Jadi, hal penting apa yang membuat lo ngajak gue ketemuan di sini?” Dru enggak langsung menjawab, karena saat ini dia masih menatap gue dengan penuh perhitungan. Dia pikir, gue bakalan takut atau merasa terintimidasi karena tatapan mata yang dia berikan? Gue langsung menampilkan raut wajah sinis saat hal itu terlintas di dalam pikiran gue barusan. “Saya mau memberitahu kamu sesuatu,” ujarnya tak lama kemudian. “Pasti tentang Kakak lo itu, 'kan?” Yeah, right. Memangnya apa lagi? Gue dan Dru kan enggak seakrab itu sampai-sampai bisa memiliki topik pembicaraan lain selain tentang Nolan. Melihatnya yang menganggukkan kepala, gue tetap saja enggak bisa menahan diri untuk enggak mendengkus dengan cukup keras. “Gue cuma mau bilang, apa pun itu, enggak akan bisa mengubah

