Luca menghampiri Daiki yang sibuk mengecek, membantu, dan mengarahkan beberapa dokter yang menangani pasien gawat darurat. "Ini Neraka.." Akui Luca yang baru selesai menyelesaikan pemeriksaan di beberapa pasien yang terlihat gawat sebelum memasuki ruang operasi. "Ini medan perang" ralat Daiki memperhatikan sosok yang tak asing sedang di perban dekat sudut ruangan. "Mari kita tanya pada sang pembuat onar?" Daiki melangkah menuju Ryu yang kini menatapnya dengan pandangan bersalah. Luca yang penasaran mengekori Daiki dari belakang. "Dia kabur dan membuat seluruh anak buahku terluka juga membakar restoran dan melukai warga." Jelas Ryu berbicara saat suster telah pergi. "Penculik itu?" "Ya, dia licin seperti belut. Maaf sudah membuat kalian kerepotan. Aku nggak tau kalau bakal sekacau ini

