15. Aku tuh, Cinta...

1156 Words

“..” Seorang wanita menjawab salam itu dari dalam rumah. Ardi sudah siap dengan senyum lebarnya ketika seseorang membukakan pintu rumah mertuanya itu. Ia sudah yakin kalau yang menjawab salamnya itu bukan Zia, karena dipungkiri atau tidak Ardi sudah bisa membedakan mana suara istri mungilnya dan mana suara wanita lain. “Eh, Di. Udah pulang? Mau jemput Zia?” Kak Intan balas tersenyum mengiring Ardi masuk. “Hehe iya, Kak. Zia-nya di mana ya?” “Ada di kamarnya, lagi main sama Naura.” “Loh ada Naura? Sama Kak Veli ke sininya Kak?” Kak Intan mengangguk, lalu menepuk punggung adik iparnya pelan. “Iya, Veli-nya ada di dapur tuh lagi bikin snack. Udah sana kamu ke kamarnya aja samperin. Makan malem di sini aja sekalian ya.” Ardi sih setuju-setuju saja, tapi tidak tahu dengan istrinya. Pasal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD