"Rasanya pas, nggak?" Marchel meringis menatap Rachel yang sedang mencicipi ubi goreng buatannya. Ia khawatir jika rasanya tidak pas dan malah membuat Rachel mual. Aish, tidak bisa dibayangkan! "Enak, kok. Rasa terigunya sama ubinya pas kalo dipaduin. Nggak terlalu manis juga nggak kurang." Rachel kembali mengigit ubi goreng digenggamannya sambil sesekali menyesap teh hangat yang sudah sengaja Marchel persiapkan diatas meja. Wajah Marchel sepertinya terlihat lega, kemudian tangannya meraih satu buah ubi yang masih terlihat banyak diatas meja. "Syukur, deh. Nggak sia-sia juga tadi agak jauh kesana sama masaknya lumayan lama. For the first time gue belanja di pasar tradisional, haha." Dan mau tak mau Marchel kembali membayangkan kejadian saat mereka berdua membeli ubi di

