BAB 10

1326 Words

   Disuasana pagi yang cerah dan sejuk ini, Rachel menghembuskan asap rokoknya seakan ingin merusak udara baik yang ada pada pagi hari ini. Ia duduk dikursi usang seperti bisanya yang berada dibelakang sekolah.    Rachel memutar kepalanya ke arah samping kanan saat dirasa kursi itu bergoyang sedikit. Dia sedikit terkejut karena ada Marchel yang sedang duduk sambil bersandar pada sandaran kursi dan memandang kedepan. Seperti tak menyadari keberadaan Rachel.    Tapi Rachel tau, itu hanya pura-pura.    "Woi! Ngapain lo disini?" desis Rachel. "Cabut gak lo!"    Marchel memejamkan matanya. "Cewek gak baik ngerokok!" ujar Marchel masih dengan mata yang tertutup.    "Halah bacot lo, bisa gak gausah ganggu gue?" ketus Rachel.    Marchel menggeleng. "Gak!" tegasnya menatap Rachel tajam.    S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD