BAB 12

1287 Words

   Tangannya memutar pelan knop pintu kamar agar tidak menimbulkan suara. Sedikit-sedikit pintu kamar itu terbuka dengan perlahan.    "Woi Marc--- AAAAAAA b*****t!"    Rachel menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Bagaimana tidak, sekarang dihadapannya Marchel sedang push up dengan keadaan shirtless, memang ini terlihat biasa saja. Tetapi Rachel yang tak biasa dengan ini. Perlahan namun pasti, wajah cantik Rachel memerah karena malu.    "Hayo ngapain, sengaja ya lo bukanya pelan-pelan biar bisa intip gue!" ucapan usil yang keluar dari mulut Marchel semakin membuat wajah Rachel merah padam.    "Siapa juga yang mau intipin lo!" jawab Rachel gelagapan. Marchel terkekeh pelan dan meraih bajunya yang berada diatas kasur. "Halah udah ke gap gak usah sok galak mbak!"    Rachel mena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD