BAB 38

1140 Words

   Batinnya terus berteriak kalau lelaki itu hanya datang kepadanya saat ia merasa kesepian. Apa ya istilahnya?    Ah, pelarian!    Kasar memang, tapi begitulah adanya. Lelaki itu datang kepadanya saat sahabat kesayangannya itu tidak ada padanya. Rachel merasa marah pada dirinya sendiri yang serasa begitu lemah untuk melawan batin. Tapi, jika itu berkatian dengan fisik ia tak masalah. Hatinya seperti mendorongnya kedalam saat emosi dalam hatinya sudah mendesak ingin keluar dan meluap-luap. Sudah berapa kali ia seperti ini?    b******k!    Gadis yang memakai topi hitam itu berjalan ke arah samping rumah yang sekarang ia singgahi, pemandangan bunga mawar merah dan putih, melati, tulip, dan beberapa bunga yang gadis itu tak ketahui namanya terlihat bermekaran dengan indah memenuhi sekalig

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD