Nino mendengar derap langkah kaki mendekat. Tanpa sadar Nino sampai menahan napas saking takutnya menimbulkan suara. “Laundry? Kenapa malam-malam begini?” “Tadi ada laporan pasien kencing di kasurnya, jadi harus di ganti meskipun malam-malam begini,” jawab anak buah Roni. “Oh … ya sudah.” Sejurus kemudian, troli Nino berjalan lagi. Di saat itulah Nino baru bisa benar-benar menghela napas lega. Troli melaju lebih cepat dari sebelumnya dan Nino mulai pusing karena gelap dan hilang arah. Hingga kemudian troli itu berhenti dan kain yang menutupi kepalanya disingkap, Nino langsung bangun dan keluar dari keranjang laundry ini. Mereka ada di depan sebuah pintu teralis yang sepertinya ada di bagian belakang banguanan rumah sakit. Bulan purnama di atas sana membuat malam tak segelap hari-har

