9

955 Words

BEL istirahat sudah berbunyi, membuat semua murid berhamburan menuju kantin, demi mengisi perut mereka yang kelaparan. Tapi, tidak untuk Emily. Di saat semua orang makan, dirinya malah berjalan ke arah UKS sembari memegangi tembok sebagai penopang. Kepala Emily pusing, tapi ia tak mau memberitahu Jesse karena takut rencana mereka untuk ke Sea World hari ini akan dibatalkan. Sebab, Emily benci menunda-nunda pekerjaan. Sakit kepalanya hanyalah sakit kepala biasa. Ia bahkan sering mengalami sakit yang lebih dari ini, tapi Emily tetap keukeuh untuk tidak memeriksakan diri pada dokter, sebab ia yakin kalau ia baik-baik saja. "Permisi." Tangan gadis itu mendorong pintu UKS. Seulas senyum melengkung di bibir mungilnya saat mendapati dokter Erna sedang menatapinya. "Boleh saya minta obat unt

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD