7

981 Words

JESSE menggaruk tengkuknya yang tak gatal seraya menautkan kedua alisnya menjadi satu. Lelaki bermata cokelat itu berusaha mencerna soal yang tertera di depannya, tapi otaknya tetap saja tidak mengingat apa yang Emily ajarkan semalam. Ternyata, percuma saja ia belajar hingga larut malam, di saat otaknya bahkan melupakan pelajaran itu secepat kilat. s**t. Jesse melirik ke arah Emily sejenak, sebelum kemudian menghela napasnya. Gadis di sampingnya sudah lebih baik sehabis istirahat. Dan ya, Jesse lega mengetahui Emily hanya kelelahan, bukan karena penyakit lain. Meskipun ia merasa bersalah karena membuat Emily kelelahan karena mengajarinya. "Waktu tinggal 5 menit lagi." "Anjir!" gumam Jesse seraya melirik lembar jawabannya yang kosong. Ia memperhatikan Mikael, dan menahan tawa saat lelaki

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD