Perlahan Sano melepaskan tangan Fanny yang berada di perutnya. Tidak! Dia tidak akan kembali pada Fanny. Meskipun dulu Sano sangat mencintai wanita di belakangnya, namun rasa sakit itu sangat sulit dihilangkan. Lebih baik dia memilih rasa yang baru daripada harus kembali dengan Fanny. Lagipula dia mulai menyukai Anne, dan yakin kalau Anne lah yang akan menjadi pelabuhan terakhirnya. "Ini terakhir kalinya kamu lancang memeluk saya, Fanny," desis Sano tidak berbalik badan, dan langsung pergi saja setelah mengatakan itu. Sementara tubuh Fanny luruh ke lantai dan mulai menangis sesenggukan. Sano keluar dari ruangan meninggalkan Fanny yang semakin menangis. Dia tidak peduli! Sekarang sudah waktunya membuka lembaran baru dengan orang yang baru. Sano membayar semua tagihan makanan mereka, d

