Leon masih menatap foto yang dikirim seseorang yang berada di Jakarta. Foto itu ada sang adik, gadis pujaannya dan seorang pria. Entah siapa pria itu tapi kelihatan akrab sekali dengan Anne. By the way ... Leon bukan mempermasalahkan itu. Tapi kenapa sang adik malah mengenalkan gadis pujaannya dengan pria itu. Sementara ke dirinya. Jangankan berkenalan. Kasih tahu namanya saja, Anne tidak mau. Astaga ... gadis itu benar-benar. Terus nanti kalau sang pujaan hati suka dengan pria itu, bagaimana? Tidak, tidak, tidak ... dia jelas tidak mau kalau itu sampai terjadi. Haruskah dia benar-benar maju saja kalau kaya gini. "Pak, yang kami tahu, pria itu adalah teman nona muda," ucap salah satu orang kepercayaan Leon. Ia bilang seperti itu, sebab berpikir kalau sang atasan marah Anne dan cowok itu

