“Kakak mau jeruk dulu atau bubur?” Tanya Asti. Dia jadi serba salah sebab pandangan Arra menusuknya sejak tadi. “Bisa enggak kamu duduk dulu dan kita bicara?” “Mumpung tak ada orang lain.” “Sehabis itu Kakak janji, akan makan apa saja yang kamu suruh,” Arra tak pernah melepas pandangannya. “Bicara saja Kak, aku sambil ngupas jeruk,” Asti memegang piring jeruk shantang, dan mengambil tissue untuk tempat kulit. “Kakak mau kita bicara tanpa disambi, dan kamu duduk sini,” Arra menepuk sisi ranjang untuk Asti duduk, saat ini Asti masih berdiri dekat bedside cabinet atau lemari pasien, tempat gelas dan piring serta keperluan pasien. Asti menaruh piring berisi jeruk di sana, dia lap tangannya dengan tissue basah dan patuh duduk di tepi ranjang sesuai perintah Arra. “Kamu belum cerita.”

