Arra senang Asti tak kaku berdialog dengannya. “Memang benar itu ciuman pertamaku juga, kesannya juga tidak baik, tapi tak apa Kak.” “Kita sama-sama tahu itu bukan kesalahan 100% Kakak. Kalau pun bukan aku pasti ada perempuan lain yang disodorkan. Kalau pun bukan aku, mungkin seperti rencana awal, Arien yang akan menyodorkan diri atau siapa Kak.” “Lupakan saja,” balas Asti. ‘Bagaimana aku bisa lupakan kamu?’ ‘Sedang sejak malam setelah kejadian, hanya ada wajahmu di benakku?’ “Terima kasih ya kamu sudah mau tulus memaafkan aku, sekarang boleh kita tukeran nomor sebelum kita keluar?” “Kayaknya acaranya sudah mau dimulai, rugi kalau kita nggak ikut prosesi sejak awal, karena ini tradisi Jawa yang baru pertama kali dilakukan oleh keluarga besar kami. Bahkan di keluarga pakde bude jug

