Kami baru sampai rumah saat waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Sepulangnya kami dari kantor, Ali langsung mengajaku ke pusat perbelanjaan, dia memanjakanku dengan menuruti semua keinginan yang aku mau. Ini sebagai rasa bersalahnya yang sudah mengabaikanku. Tidak banyak hal yang aku beli, hanya beberapa setel pakainku dan Ali, make up, dan beberapa hiasan rumah yang terlihat menarik. Selebihnya kami habiskan untuk melihat film dan makan malam. Dan sekarang, saat waktu baru menunjukkan pukul setengah dua pagi, aku bergelung di bawah selimut. Menahan rintih kesakitan, perutku seperti diremas habis-habisan, benar-benar sakit. Ini salahku yang tidak menuruti ucapan Ali untuk tidak memakan makanan yang terlalu pedas. Tapi dengan bodohnya, aku tidak mengindahkan ucapannya dan terus men

