Part 38

1353 Words

Hujan masih mengguyur kota Jakarta, melingkupi kegelapan malam dengan kedinginan yang mencekam. Semua kenangan berbaur menjadi satu dalam titik-titik bening yang saling berjatuhan. Menyisakan rasa bersalah dan penyesalan yang semakin dalam. Yah, ini semua memang salahnya. Dirinya terlalu bodoh. Tidak seharusnya keadaan ini terjadi. Tidak seharusnya dia terbuai dengan rasa iba jika pada akhirnya akan menimbulkan luka. Di sini sepi, tidak ada siapapun yang menemaninya. Hanya penyesalan yang sejak tadi selalu memeluknya dalam dinginnya malam. Penyesalan yang membuatnya hancur, karena kebodohannya, wanita yang paling berharga dalam hidupnya harus terluka. Diam, hanya itu yang Ali lakukan sejak tadi. Pintu ruang IGD belum juga terbuka setelah tiga puluh menit berlalu. Hujan semakin desar, disu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD