93. Kalah Sudah

1701 Words

Huzam menyadari betul bahwa roda kehidupan terus berputar. Sesuatu yang dulu rasanya tak mungkin bisa menjadi mungkin berkat kehendak langit. Huzam memercayainya. Maka ia memutuskan untuk menyelami lebih dalam perasaannya sendiri. Memutuskan dengan matang tanpa pengaruh luar. Waktu selama pemulihan di rumah sakit ia gunakan dengan sebaik-baiknya. "Pak Arbrito bisa jemput saya?" ujar Huzam begitu panggilan teleponnya diangkat Arbrito. "Ya. Bagaimana?" "Saya sudah siap menuntaskan semuanya. Saya sudah sehat." Huzam kembali menggunakan penggunaan bahasa formal pada Arbrito pasca perenungan yang ia lakukan. "Sekarang?" "Sekarang, Pak." Huzam menyudahi panggilannya. Ia akan sabar menunggu kedatangan Arbrito namun di luar dugaannya, pria itu langsung masuk ke kamar inapnya. "Bagaimana bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD