Attar terperanjat, sontak membalikkan badan. Tubuhnya langsung menegang saat mendapati Hanin tengah mencidukinya sambil berdiri dengan tangan yang dilipat. Wajahnya tampak ditekuk kesal. “N-nyonya … ?” gumam Attar terkejut. “Kamu menyebalkan Attar!” protes Hanin yang benar-benar gemas dibuatnya. Ia segera menghampiri Attar dan mencubiti lengan pria itu. “Menyebalkan! Benar-benar menyebalkan! Aku membencimu!” “Aduh, aduh!” Attar yang tiba-tiba saja mendapat serangan dibuat kaget sekaligus meringis kecil. Cubitan Hanin tak main-main perihnya. “Rasakan itu! Kamu benar-benar menyebalkan!” rajuk Hanin. “Kamu kira hanya dengan mengirimkan sarapan saja cukup heh?! Kamu bahkan sama sekali gak mau ketemu sama aku! Apa kamu membenciku?” Mata Attar membulat, sontak menggeleng. “Mana mungkin s

