"Pak, Anda baik-baik saja?" Attar tersentak halus, ia menoleh pada asisten pribadinya. "Iya, gimana, Fan?" tanyanya linglung. Jefan, asisten pribadi Attar tersenyum kecil. Sejak tadi ia mengoceh panjang lebar, rupanya sang bos sama sekali tidak mendengar dan menangkap apapun penjelasannya. "Sorry, sorry, ya. Saya tadi agak sedikit ... ya biasalah," ucap Attar menyesal. Ia merasa tak enak pada Jefan. "Saran saya kalau Bapak lagi kurang enak badan mungkin bisa istirahat saja, Pak. Sejauh ini tidak ada jadwal yang darurat dan penting untuk dikerjakan," saran Jefan. "Sejak pagi saya lihat-lihat Bapak terus melamun, seperti banyak pikiran." Attar mengusap wajahnya kasar, ia memaksakan sebuah senyum. "Gak kok, saya sehat. Saya hanya pusing memikirkan sesuatu hal," ucap Attar. Suaranya te

