Rencana Attar

1203 Words

“Kesepakatan kita sudah selesai. Bukannya sejak awal kamu juga sudah janji akan mengikuti semua perintah Kakek, kan?” Attar menarik napas dalam-dalam. “Tapi aku gak mau terus bergantung dengan Kakek. Aku mau mandiri,” elak Attar. “Mandiri, mandiri,” ulang Drajat dengan nada mengejek, ia mendesis sinis. “Giliran susah dan kepepet aja langsung datang ke Kakek, mohon-mohon minta tolong dengan iming-iming ini itu. Giliran udah ditolong, malah ingkar janji. Gimana? Apanya yang mandiri coba?” Omelan Drajat membuat Attar meringis kecil, tak menyangka Kakeknya bisa sejulid itu. Ia menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar, mengumpulkan kesabaran yang tersisa. “Aku tahu kalau aku gak bisa lepas sepenuhnya dari bantuan Kakek, oleh karena ini dengarkan rencanaku dulu Kek!” ucap At

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD