"Nyonya muda, ada tamu yang ingin bertemu dengan Anda di bawah." Kening Hanin mengernyit, ia seketika menghentikan kegiatannya yang sedang sibuk menata rambut, lalu menoleh dan menatap pelayan yang baru saja masuk ke kamarnya. "Tamu?" ulang Hanin memastikan. Seingatnya, ia tak memiliki janji temu dengan siapapun sekarang. Apalagi meminta orang tersebut untuk datang ke kediaman Permana, tentu saja Hanin tak selancang itu. "Apa orang itu adalah pengacaraku?" tanya Hanin menebak. Hanya pengacaranya yang pernah bertemu dengannya di rumah ini. Pelayan itu menggeleng. "Bukan, Nyonya muda. Saya juga tidak mengenalnya, tapi beliau tidak pernah datang ke rumah ini," ucapnya ikut menjadi bingung. "Beliau mengatakan bahwa nyonya muda harus segera menemuinya karena beliau adalah orang yang penti

